Sunday, March 20, 2011

REMAJA AMERIKA INGIN TETAP 'VIRGIN'






Sikap mengutamakan keperawanan kemungkinan disebabkan pendidikan seks yang baik.
Orang-orang di negara Barat dikenal dengan kebiasaan seks pranikah atau seks bebas. Bahkan, remaja pun merasa harus segera menghilangkan keperawanannya agar tak dibilang kuper atau KOLOT. Namun, sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control dan  National Center for Health Statistics mengatakan bahawa remaja Amerika kini cenderung tidak mahu meneruskan hubungan seks. maksudnya, bersikap mengekalkan perawannya atau DARA  kembali popular di sana.
Fakta ini diperolahi setelah NCHS mengadakan temubual secara  individu sekitar 13.500 lelaki dan wanita usia 15-44 tahun. Mereka ditanya mengenai siapa pasangan seksual mereka, jenis aktiviti seks apa yang biasa dilakukan, dan siapa yang belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.



Kajian mendapati bahawa antara 2006 dan 2008, jumlah lelaki usia 15-24 tahun yang belum pernah melakukan  seksual  dengan orang lain jumlahnya 27 %. Pada 2002, angkanya hanya 22 %. Sedangkan perempuan usia 15-24 tahun yang belum pernah melakukan aktiviti seks jumlahnya 29 % (pada tahun 2002, jumlahnya juga 22 %).

Penemuan ini tentu bertentangan dengan laporan lain mengaitkan perilaku seksual remaja, demikian menurut Anjani Chandra, pemerhati kesihatan di NCHS. Dilihat bahawa remaja usia 15-19 tahun adalah yang terbanyak dari kategori yang tidak iingin lagi untuk hubungan seksual ini.





Chandra mengatakan bahwa ia tak boleh berspekulasi mengapa anak muda mempertahankan keperawanan di usia tersebut. Namun, ia menduga penyebabnya adalah pendidikan seks yang baik dan pesan-pesan mengenai penundaan hubungan seksual. Atau, mungkin juga responden tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya.

Apa pun alasan di baliknya, dan benar-tidaknya pengakuan dari responden, hasil penemuan ini boleh dianggap kansecara positif. Kalau anak muda di negara yang bebas saja kembali mempertahankan prinsip tidak hubungan seks hingga cukup dewasa dan bertanggung jawab untuk melakukannya, mengapa kita tidak?

No comments:

Post a Comment

tajuk post

Nuffnang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...