Tuesday, April 19, 2011

POSISI IBU BERSALIN





Tak ada posisi melahirkan yang paling baik. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh si ibu adalah hal yang terbaik. Namun umumnya, ketika melahirkan doktor akan meminta ibu untuk berbaring atau setengah duduk. Namun pada saat proses melahirkan berlangsung, tidak menutup kemungkinan doktor akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar. Misalnya, pada awal persalinan ibu diminta berbaring, namun kerana proses kelahiran berjalan lamban maka doktor menganjurkan agar ibu mengubah posisinya menjadi miring.

Ada berapa posisi melahirkan?
Ada 4 posisi melahirkan. Masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan sendiri.
POSISI BERBARING atau LITOTOMI
Ibu terlentang di tempat tidur bersalin dengan menggantung kedua pahanya pada penopang kerusi khusus untuk bersalin.
Kelebihan:
Doktor boleh lebih mudah untuk membantu proses persalinan. Jalan lahir pun menghadap ke depan, sehingga doktor dapat lebih mudah mengukur perkembangan pembukaan dan waktu persalinan pun boleh diprediksi secara lebih baik. Kepala bayi lebih mudah dipegang dan diarahkan. Sehingga apabila terjadi perubahan posisi kepala bayi, maka doktor akan mudah mengarahkan pada posisi yang seharusnya.
Kelemahan:
Posisi berbaring membuat ibu sukar untuk meneran. Hal ini kerana  berat badan ibu yang berada di bawah dan sejajar dengan kedudukan bayi. kedudukan ini pun diduga bisa mengakibatkan perineum (daerah di antara anus dan vagina) meregang sedemikian rupa sehingga menyulitkan persalinan. Pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari si ibu ke janin melalui plasenta pun jadi relatif berkurang. Hal ini karena letak pembuluh besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh masa/berat badan bayi. Apalagi jika letak ari-ari juga berada di bawah si bayi. Akibatnya, tekanan pada pembuluh darah boleh meninggi dan melambatkan peredaran darah balik ibu.


POSISI MIRING atau LATERAL

Ibu berbaring miring ke kiri atau ke kanan dengan salah satu kaki diangkat, sedangkan kaki lainnya dalam keadaan lurus. Posisi ini umumnya dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat.

Kelebihan:

Selain peredaran darah balik ibu boleh mengalir lancar, pengiriman oksigen dalam darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu. Sehingga proses pembukaan akan berlaku secara perlahan-lahan sehingga persalinan lebih mudah.

Kelemahan:
Posisi miring ini menyukarkan doktor untuk membantu proses persalinan kerana letal kepala bayi susah dipantau, dipegang, mahupun diarahkan. Doktor pun akan mengalami kesukaran semasa melakukan tindakan episiotomi

POSISI CANGKUNG
Biasanya ibu bercangkung di atas alas empuk yang berguna menahan kepala dan tubuh bayi.
Kelebihan:
Merupakan posisi melahirkan yang biasa kerana keadaan  graviti bumi, sehingga ibu tidak usah terlalu kuat meneran.
Kekurangan:
Selain berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini dinilai kurang baik kerana menyukarkan pemantauan perkembangan pembukaan dan tindakan-tindakan persalinan lainnya, semisal episiotomi.

POSISI SETENGAH DUDUK

Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat ibu selesa.

Kelebihannya:
Proses kelahiran yang perlu ditempuh janin untuk  keluar jadi lebih pendek. Bekalan oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat berlangsung secara maksima.

Kelemahan:

Posisi dapat menimbulkan rasa penat dan keluhan punggung pegal. Apalagi jika proses persalinan tersebut berlangsung lama.

No comments:

Post a Comment

tajuk post

Nuffnang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...