Wednesday, April 13, 2011

TINGKATKAN RISIKO HIV PADA PEREMPUAN





Kaum perempuan yang kerap mengalami kekerasan saat menjalani hubungan dengan pasangannya, berisiko tinggi terkena infeksi HIV. Hasil kajian terbaru yang melibatkan hampir 14.000 perempuan Amerika Syarikat, menunjukan bahawa perempuan yang pernah memiliki pengalaman kekerasan dari pasangannya, tiga kali lebih berisiko terkena infeksi HIV dibanding dengan perempuan yang tidak pernah mengalami kekerasan.

Penelitian yang diketuai oleh Jitender Sareen, M.D., ini menggunakan data yang diperolehi dari National Epidemiologic Survey on Alcohol and Related Conditions. Jitender bersama-sama  rakannya menemuramah 13.928 perempuan berusia 20 tahun ke atas yang masih terikat hubungan dengan pasangannya selama tahun 2004-2005.
Mereka kemudian menganalisa maklumat dan menanyakan apakah para perempuan tersebut pernah memiliki pengalaman buruk seperti mendapat kekerasan baik secara fizikal ataupun seksual dari pasangannya selama setahun terakhir. Dan apakah di saat bersamaan itu pula mereka didiagnosa infeksi HIV.

Hasil penelitian menunjukan bahwa sekitar 5.5 % perempuan pernah mengalami kekerasan dari pasangannya.  Mereka yang pernah mengalami kekerasan tersebut, tiga kali lebih berisiko terkena infeksi HIV dibanding dengan perempuan yang tidak mengalami kekerasan.

“Isu kekerasan pada pasangan, biar bagaimanapun merupakan hal penting yang seringkali dilupakan. Sejumlah hasil penelitian yang telah terungkap seharusnya dapat membuat orang-orang lebih memperhatikan bahwa kekerasan yang dilakukan pasangan menjadi faktor risiko infeksi HIV,” ungkap Julia Heiman, Direktur Kinsey Institute for Research in Sex, Gender, and Reproduction di Indiana University.

No comments:

Post a Comment

tajuk post

Nuffnang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...